Perbedaan Tepung Terigu Protein Rendah, Sedang, Tinggi, Serta Kegunaannya

Perbedaan Tepung Terigu Protein Rendah, Sedang, Tinggi, Serta Kegunaannya

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Hai bunda.. 
Pernah gak sih saat kita bikin bolu, roti ataupun kue kering tapi teksturnya gak sesuai dengan yang kita inginkan ? 
Bisa jadi kita salah dalam penggunaan tepung terigu lho.. 
Disini aku mau share Perbedaan Tepung Terigu Protein Rendah, Protein Sedang, dan Protein Tinggi. 

Saat membaca resep kue atau roti, tepung terigu protein rendah, protein sedang, dan tinggi kerap disebutkan. Bagi pendatang baru dalam dunia dapur, mungkin klasifikasi tepung ini sedikit membingungkan.

Jika berbicara seputar tepung terigu, biasanya dikaitkan dengan gluten yang terbentuk berkat kandungan protein dalam tepung. Semakin tinggi kadar protein dalam tepung, semakin tinggi pula gluten yang terbentuk saat pengolahan. Gluten mementukan tingkat elastisitas dan kekenyalan suatu produk.
 
Dalam memasak, ada tiga jenis tepung terigu yang populer digunakan. Masing-masing memiliki peran dan fungsinya sendiri dalam masakan. Berikut secara singkat perbedaan masing-masing tepung terigu dan kegunaannya.
 
1. Tepung Terigu Protein Rendah
Kandungan protein terendah diantara tiga jenis tepung yang beredar di pasaran. Kadar protein yang terkandung biasanya dibawah 11%.
Karena kandungan protein yang rendah, tepung ini tidak menghasilkan gluten yang tinggi. Biasanya tepung jenis ini digunakan dalam pembuatan adonan kue kering atau biskuit untuk menghasilkan tekstur yang ringan dan lebih renyah.
 
Tepung terigu protein rendah juga dapat dibuat sendiri dengan mencampurkan tepung maizena dengan tepung terigu protein sedang dengan perbandingan maksimum 5:1 (tepung terigu : tepung maizena).
Salah satu tepung terigu protein rendah yang biasa beredar di pasaran yaitu Terigu Kunci Biru
 


2. Tepung Terigu Protein Sedang
Kandungan protein dalam tepung ini berkisar antara 11 – 13%. Tepung ini kerap dikenal dengan nama tepung terigu serbaguna, karena penggunaannya yang cukup fleksibel untuk segala jenis masakan.
 
Biasanya tepung ini digunakan dalam pembuatan cake, waffle, pancake, martabak, atau kue-kue basah. Terkadang beberapa resep roti juga menggunakan atau memberikan tepung jenis ini sebagai campuran untuk menghasilkan roti yang lebih lembut dan empuk.
 
Beberapa kue kering juga menggunakan tepung jenis ini untuk mendapatkan struktur kue yang lebih kokoh, seperti nastar atau kaastangel. Sehingga kue kering tak mudah hancur ketika matang. Namun untuk memberikan tekstur ringan dan renyah, tepung maizena tetap dicampurkan dalam resep.
Salah satu tepung terigu protein rendah yang biasa beredar di pasaran yaitu Terigu Segitiga Biru
 


3. Tepung Terigu Protein Tinggi
Memiliki kadar protein tertinggi yang berkisar antara 13 – 14%. Kandungan gluten yang dihasilkan juga lebih banyak.
 
Biasanya tepung jenis ini digunakan untuk produk makanan yang memerlukan tekstur kenyal dan tingkat elastisitas tinggi. Seperti pada pembuatan mie atau roti yang memerlukan stuktur elastis agar tidak mudah kempis saat proses fermentasi.
 
Jangan sampai salah menggunakan tepung ini pada adonan kue bolu, karena tingginya gluten yang terbentuk dan tidak diimbangi dengan bahan pengembang yang tepat, akan membuat kue menjadi bantat.
Salah satu tepung terigu protein rendah yang biasa beredar di pasaran yaitu Terigu Cakra Kembar

Itu tadi penjelasan singkat Perbedaan Tepung Terigu Protein Rendah, Protein Sedang, Protein Tinggi, Serta Kegunaannya. 
Semoga bermanfaat ya bunda 🙏

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Perbedaan Tepung Terigu Protein Rendah, Sedang, Tinggi, Serta Kegunaannya Perbedaan Tepung Terigu Protein Rendah, Sedang, Tinggi, Serta Kegunaannya Reviewed by Mufida J&R on June 08, 2020 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.